Asia Wire Logo
Top Securities

Konsolidasi Galangan Nasional Diperkuat, PT PAL Siap Garap Kontrak 23 Kapal Baru

,
Kapal Hospital Ship/Bantu Rumah Sakit KRI dr Radjiman Wedyodiningrat-992 buatan PT PAL Indonesia. (pal.co.id)

Asiawire.id, Jakarta – Konsolidasi industri galangan kapal nasional dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian sektor maritim Indonesia sekaligus mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan kapal dalam negeri.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan upaya konsolidasi antar pelaku industri perkapalan terus dilakukan guna memastikan proyek pembangunan kapal nasional dapat dikerjakan secara lebih terintegrasi dan efisien.

“Kita akan terus adakan konsolidasi ini dan tahun ini saja, minimal kita akan ada 23 kapal yang harus dikontrak dan segera harus dikerjakan. Ini sudah kita bisa bagi sesuai dengan kemampuan, sesuai dengan proporsi, maka konsolidasi ini menjadi sangat penting,” katanya dalam Diskusi Strategis Industri Maritim Chapter II sebagaimana keterangan di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, penguatan sektor maritim semakin mendapat perhatian pemerintah sejak Presiden Prabowo Subianto menetapkan industri maritim sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), pemerintah menunjuk PT PAL Indonesia sebagai lead integrator galangan kapal nasional. Penunjukan tersebut menjadikan seluruh kebutuhan pembangunan kapal baru milik BUMN terpusat melalui PT PAL.

Kaharuddin menegaskan bahwa mandat tersebut bukan sekadar peluang bisnis, melainkan tanggung jawab besar dalam mengawal agenda strategis negara di sektor maritim.

Ia menilai industri maritim nasional selama ini masih menghadapi tantangan berupa persaingan yang kurang sehat antar pelaku industri domestik, termasuk di sektor pendukung. Kondisi tersebut menyebabkan potensi ekonomi besar justru lebih banyak dinikmati oleh pihak luar negeri.

“Yang harus kita lakukan adalah bagaimana agar angka-angka ini benar-benar kita bisa ambil alih, angka-angka ini benar-benar harus ada di dalam negeri kita dengan cara kita menyatukan langkah kita, kita menyamakan langkah kita, kita bergandeng tangan satu dengan yang lain. Kue ini terlalu besar untuk kita kemudian saling berkompetisi yang tidak sehat,” ungkap dia.

Dalam penugasan tersebut, Presiden memberikan dua mandat utama kepada PT PAL sebagai lead integrator dan national consolidator industri galangan kapal nasional.

Pertama, meningkatkan kualitas korporasi dan produk industri maritim nasional agar mampu bersaing di tingkat global. Kedua, membangun skala ekonomi industri melalui konsolidasi kebutuhan komponen kapal dalam satu sistem pemesanan terintegrasi.

Dengan mekanisme tersebut, kebutuhan berbagai komponen utama seperti mesin utama, genset, kabel, pipa hingga panel listrik dapat dihimpun dalam volume besar sehingga layak secara ekonomi untuk mendorong pembangunan industri manufaktur baru di dalam negeri.

“Jadi, penugasan Presiden Prabowo Subianto untuk memerintahkan pembangunan seluruh kapal baru di Indonesia kepada PT PAL Indonesia, bukan sekedar untuk memberikan PT PAL proyek raksasa, tetapi memberikan PT. PAL dua tugas,” ucap Kaharuddin.

“Yang pertama adalah bagaimana bersama-sama mengangkat semua industri sektor maritim, mengangkat kualitas korporasi dan kualitas produk. Dan yang kedua adalah mengumpulkan jumlah equipment, tools, modul, panel, dan sebagainya untuk bisa memenuhi skala keekonomian untuk membangun satu pabrik, dua pabrik, dan bahkan ratusan pabrik di Indonesia,” ujar Dirut PT PAL Indonesia.